LOGIN

Jumpa kami di facebook

Share

JUMLAH PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday52
mod_vvisit_counterYesterday185
mod_vvisit_counterThis week52
mod_vvisit_counterLast week1638
mod_vvisit_counterThis month941
mod_vvisit_counterLast month7746
mod_vvisit_counterAll days61337

Online (20 minutes ago): 11
Your IP: 38.107.191.83
,
Today: Sep 05, 2010

Kisah Teladan
Kisah Lima Sahabat PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Mohamad Faiz   
Selasa, 23 Februari 2010 14:18

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya.

Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan saling melengkapi. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.

CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencuba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki CINTA. Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.

Baca Lagi...
 
Tujuh Perkara Ganjil PDF Cetak E-mail
Rating Pengguna: / 3
Kurang BaikTerbaik 
Ditulis oleh Mohamad Faiz   
Sabtu, 06 Februari 2010 15:12

Terdapat seorang pemuda yang kerjanya menggali kubur dan mencuri
kain kafan untuk dijual. Pada suatu hari, pemuda tersebut berjumpa dengan
seorang ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginan untuk
bertaubat kepada Allah s.w.t. Dia berkata, "Sepanjang aku menggali kubur
untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang menimpa
mayat-mayat tersebut. Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang
sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat."



*Yang pertama, aku lihat mayat yang pada siang harinya menghadap
kiblat. Tetapi pabila aku menggali semula kuburnya pada waktu malam, aku
lihat wajahnya telahpun membelakangkan kiblat. Mengapa terjadi begitu, wahai
tuan guru?" tanya pemuda itu.

Baca Lagi...